Senin, 23 September 2013

Welcome to Madagascar

"Selamat datang di Madagaskar"

Bayangan apa yang terpikirkan oleh kalian setelah membaca judul blog yang satu ini?

| "Afrika" "Iya.. Iya.." | 
| "Panas" "IYA..!! Bisa jadi" | 
| "Gersang" "Bisa Jadi!" *Kalau musim hujan  doang ijo* |

Sudah sudah, makin memperburuk suasana jadinya dan semakin mirip acara TV Show dengan hostnya yang jumlahnya nggak sedikit itu.
Sekarang mau share foto (nggak banyak sih), disengaja hari ini bawa SLR, udah disiapin dari rumah dan sudah cakep masuk di dalem tas. Siap berangkatke kampus minggu minggu siag-siang menjelang sore.

| "Minggu ke kampus?" "Yes!" |

Jadi ceritanya hari Minggu itu ada TM UKM Paduan Suara dari Universitas. Ceileh nyombong dikitlah, semester tiga ini berani ikut keorganisasian di bidang olah vokal. Sore-sore bareng temen namanya Tiyara setelah hadirin TM di kampus, cabut dari kampus dan menuju padang gersang di depan kampus. Jangan khawatir kata yang bergaris miring bisa juga nanti dikatakan "Bukit Teletubbies" kalo pas musim hujan. Sekarang kan sudah masuk musim kemarau, berubahlah namanya.

Btw, ada apa dengan judulnya? Ndak papa sih, cuman banyak kata orang begitu saja. Menggambarkan keadaan banget sebenernya, hehe.. Ndak usah disebut lah dimana letak posisinya dengan tepat, cukup ditebak-tebak dan bikin penasaran aja, cukup. Haha.. Jadi sih, memang di depan kampus sekarang sangat berbeda dari yang waktu itu musim hujan, sekarang rumput-rumput yang sebelumnya tertawa bahagia warna mereka ijo royo royo kini menjadi coklat kering kerontang. Contohnya ini nih, pohon entah apa namanya, kalo mau jeli ngelihat, dipucuknya cuman sedikit daun hijau yang mampu bertahan, teman-teman lainnya sudah mendapati seleksi alam yang cukup hebat.


Nggak tega kan ngelihatnya, beruntungnya semak-semaknya tumbuh tidak meninggi, jadi mereka nggak terlalu dekat dengan matahari dan masih mampu bertahan. Sebenernya disekitar sini itu sawah, tapi kalo kondisi kering dan nggak ada sistem irigasi seperti sekarang ini ya jadinya lahan kritis dengan hiasan rumput dan semak-semak yang didominasi warna coklat kering kerontang, hehe.. peace!
Ini lahan sawahnya, biasanya disini banyak kerbau, sapi, kambing pergi berjemur. Entah apa maksud mereka merumput dilahan kayak gini, mana bisa dijumpai rumput hijau disini? Apa mereka membayangkan memakan rumput yang ada dengan membayangkan "ini rumput sehabis dicelupin coklat cair kemudian dibakar 2 menit". Cukup mereka sebagai bintang saja lah yang merasakan. Di gambar ini nggak kemabil binatang-binatang yang tersebut sebelumnya. Lupa dan memang udah sore, udah pada banyak yang balik sama yang empunya.


Ngeri nggak sob? Enggak usah lebay, kan masih sorean, belum malem. Eeee.. Bukan ngeri gitu, yaudahlah, mbatin dalem dalem juga apa salahnya. Heuheu...
Ini kondisi sore loo, tapi kalo mau eksotis berjemur deh ditengah-tengah. Tiga menit udah cukup gosong entar, wahaha..

Biar mata nggak silau, ini pemandangan malamnya. Mood booster kalo mau pas pulang malem-malem enak, dapet view cakep dah yakin. Nyebrang via kapal.. Here We Goooo...!!!


La Tahzan... Banyak dikatakan banyak kegelisahan, disamping itu ada kepuasan. Sabar saja menunggu momen-momen yang indah seperti bertemu dermaga sebagai gerbang untuk balik ke kampung halaman yang lebih aman dan tentram, dimasing-masing benak manusia dimanapun mereka berada, sekalipun di Afrika :))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar