"kehidupanmu dimulai nak" kata-kata bijak seperti ini akan dan sekiranya didengar oleh kalangan mahasiswa baru.
Terutamakan, anak dengan keadaan merantau. Ini akan menjadi topik bahasan postingan kali ini. Dimana penulis sendiri juga mengalami hal demikian.
Memang
teori "kehidupanmu dimulai nak" sangat tersirat disini, ketika pagi
kamu mungkin hanya membaca sebuah pesan singkat dari orang tua, beranjak
dari tempat tiddur dengan penuh kesadaran diri, tidak lagi ada kata
"nak ayo bangun, sekolah", tidak lagi mendapati meja makan yang setiap
pagi tersaji, melainkan harus bergegas ke warung.
Sadarilah, kita sudah dewasa. Kelak kita akan jadi orang tua yang sudah belasan tahun bahkan puluhan tahun sudah kita repotkan.
Maka
hal serupa akan terjadi padamu. Anggap saja masa sekarang, masa
perantauanmu adalah tindakan dini sebelum "kau akan memulainya"
Cukuplah pembukaan singkatku tersebut kusiratkan :)
INILAH JERITAN OSPEK-ku
*bahagialah kamu ketika resmi menjadi mahasiswa.
*bukan tiket kelolosan SNMPTN yang menjadikanmu seorang mahasiswa (biarpun resminya memang sudah mahasiswa universitas tersebut)
*OSPEK lah tiket pelengkapnya, ibarat bawang goreng dalam sajian makanan bercita rasa gurih
Alhamdulillah, sudah jadi Mahasiswa. Pastilah perasaanmu random banget! #asdfghjkl ataupun #qwertyuiop sama aja, intinya random.
Di OSPEK lah kamu.
Apa
masih bangga jadi seorang Mahasiswa? IYA!!! (Entah beberapa hari
kemudian berubah atau tidak jd IYa, Iya, iya, ataupun iya iya yang
lainnya)
Yang jelas, sebagai mahasiswa dengan nyawa 75%, harus tertempuh apa itu tiket pelengkap.
Alhasil,
setelah kutipan di atas tersimpan dalam "Draft Box" inilah kisah
selanjutnya mengenai hal menyirnakan sedikit kehidupan tersebut *oke
alay
Yang seharusnya seorang mahasiswa baru harus mentuntaskan tiket pelengkapnya dalam total sekitar 9 kali perlakuan, kali ini sayapun memberanikan diri beranjak dari kekuatan batin dan dengan diselimuti niat yang kokoh memutuskan untuk pulang di hari perlakuan untuk yang ke-5 kalinya. YA, 4 kali saja ikut dari total 9 kali yang seharusnya diikuti.
Bagaimana bisa? (kalo udah niat pasti bisa kok) *jempol =D
Inilah ketika hal tersebut terwujudkan, singkat saja aku bertemu Achmad Edy Setiawan di tengah peristirahatan usai sholat Jum'at kala itu. Kami sudah saling mengenal sebelumnya *FYI
Keputusan kami meninggalkan program-entahlah itu kami putuskan hanya dalam waktu tidak kurang dari satu jam. Seusai OSPEK (pukul 5 sorean) sampe menjelang maghrib.
Cukup mengharukan jikala di gambarkan seperti apa alasan kami meninggalkan program-entahlah tersebut. Cukup tahu saja bahwa kami bosan ♉(◦'ںˉ◦)♉
Tidak ada komentar:
Posting Komentar